Taufan Pawe Ajak Mahasiswa FISIP Unhas Kawal Kebijakan Lewat Empat Pilar Kebangsaan

Taufan Pawe Ingatkan Pentingnya Implementasi Nyata Empat Pilar Kebangsaan di FISIP Unhas Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar, Dr. H. M. Taufan Pawe, S.H., M.H., hadir sebagai pemateri dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI yang digelar di Aula Prof. Syukur Abdullah, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin, Jumat (18/9). Forum ini menjadi wadah penguatan wawasan kebangsaan sekaligus ruang diskusi kritis antara wakil rakyat dan civitas academica. Dalam pemaparannya, mantan Wali Kota Parepare tersebut menekankan bahwa empat konsensus dasar bangsa—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—bukan sebatas doktrin hafalan, melainkan prinsip mendasar yang wajib diimplementasikan oleh seluruh elemen, terutama para penyelenggara negara. Sebagai instrumen kontrol sosial, Taufan mendorong mahasiswa untuk mengambil peran strategis. Menurutnya, insan akademis perlu menyikapi berbagai kebijakan publik secara kritis agar senantiasa berorientasi pada kemaslahatan rakyat. Sikap kritis ini dinilai krusial mengingat masih banyaknya ketimpangan di lapangan, seperti keterbatasan warga dalam mengakses hak-hak dasar berupa pendidikan, layanan kesehatan, dan kesejahteraan. Kondisi tersebut menjadi cerminan bahwa pemegang amanah kekuasaan memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk membumikan nilai-nilai kebangsaan lewat regulasi yang berpihak pada rakyat kecil. Di akhir sesi, Taufan menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan harus mewujud dalam tindakan konkret sehari-hari serta menjadi kompas etika dalam berbangsa dan bernegara.
Cetak Peace Leaders, FISIP Unhas dan The Habibie Center Soroti Ruang Inklusif di Kampus

FISIP Unhas Dorong Peran Kampus dan Mahasiswa dalam Merawat Perdamaian Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Kuliah Tamu bertema “Peluang dan Tantangan Perguruan Tinggi dalam Membangun Perdamaian” di Aula Prof. Syukur Abdullah, Kamis (17/9). Agenda ini diselenggarakan sebagai langkah nyata kampus dalam merespons dinamika sosial serta memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan. Acara ini menghadirkan Direktur Program dan Pengembangan The Habibie Center, Julia Novrita, Ph.D., yang membawakan materi “Preparing Future Peace Leaders”. Dalam pemaparannya, ia mengingatkan bahwa perguruan tinggi berada di posisi yang sangat krusial. Perguruan tinggi bisa menjadi sarana yang justru memperkeruh konflik, atau sebaliknya, menjadi benteng utama dalam mendorong terciptanya perdamaian. Oleh karena itu, keterlibatan aktif mahasiswa dalam membangun budaya damai di lingkungan akademik menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Menurut Julia, budaya tersebut dapat tumbuh jika kampus menyediakan ruang dialog yang terstruktur, kritis, dan inklusif bagi seluruh sivitas akademika. Melalui ruang bersama tanpa sekat perbedaan tersebut, mahasiswa dibiasakan untuk saling mendengarkan dan bekerja sama. Pada akhirnya, ekosistem kampus yang inklusif ini diharapkan mampu melahirkan calon-calon pemimpin masa depan yang berjiwa damai, kolaboratif, serta mampu meredam potensi konflik sosial—baik di lingkungan internal kampus maupun di tengah masyarakat luas.
PRESS RELEASE HASANUDDIN GLOBAL STUDENT CONFERENCE 2026“Transforming Environmetal Agendas: A Socio-Political Approach to Global ClimateJustice”

Makassar, 12 September 2026 – Hasanuddin Global Student Conference (HGSC) 2026diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin denganPrisma FISIP Unhas sebagai panitia pelaksana. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari,yaitu pada 11–12 September 2026, dan menghadirkan berbagai pembahasan mengenaiclimate justice, tata kelola lingkungan, kebijakan karbon, serta ketimpangan sosial. Pada hari pertama, 11 September 2026, kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikanIndonesia Raya, pembacaan doa serta penayangan cultural video. Acara kemudiandilanjutkan dengan welcoming speech dari Head of Committee HGSC 2026, Siti Nur Fadilah,serta sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin,Prof. Dr. Phil. Sukri, M.Si., serta sambutan dan sekaligus pembuka acara oleh Wakil RektorBidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. Muhammad Ruslin,drg., M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp. Ortognat.D. Kegiatan tersebut dipandu olehmoderator Salfadillah Az-Zahrah. Sesi selanjutnya menghadirkan invited speaker Muhammad Al Hilal Gibraltar dariUniversitas Kebangsaan Malaysia, yang membawakan materi berjudul “Political Ethics andClimate Justice: Strengthening Democratic Accountability in Environmental Governance”.Dalam pemaparannya, ia membahas climate justice sebagai salah satu hal penting dalammenghadapi tantangan politik dan memperkuat akuntabilitas dalam tata kelola lingkungan.Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan panel session yang terbagi dalam empatpanel. Selain membahas isu lingkungan, HGSC 2026 juga menghadirkan pembahasan mengenai isusosial melalui materi dari invited speaker Afifah Araminta Wardiyah berjudul “FertilityPostponement and Social Inequalities”. Materi tersebut membahas faktor-faktor yangmenyebabkan penundaan kesuburan dan kaitannya dengan ketimpangan sosial, sekaligusmenjadi penutup rangkaian kegiatan pada hari pertama Pada hari kedua, 12 September 2026, kegiatan dibuka dengan pemaparan Nurul Habib AlMukarramah dari Universitas Hasanuddin melalui materi “Can Justice Be Served? APhilosophical Legal Evaluation on Indonesia Carbon Pricing Policy”. Dalam pemaparannyamenyimpulkan bahwa kebijakan harga karbon Indonesia belum sepenuhnya berkeadilan danperlu direkonstruksi melalui tata kelola yang lebih transparan dan inklusif. Setelah itu parapresenter kemudian kembali mengikuti panel session yang terbagi dalam empat panel. Rangkaian konferensi ditutup dengan pemaparan Adzaniya Magfira Sausan, S.Si. melaluiartikel “From ‘Don’t Litter’ to ‘Why Floods Happen’: A Systematic Review of ASEANEnvironmental Education for Localized Indonesian Climate Justice Framework”. Dalamartikelnya menegaskan pentingnya pendidikan lingkungan diarahkan menjadi pemberdayaansipil aktif, bukan sekadar kepatuhan moral semata. Pemaparan tersebut menjadi sesi akhirdari Hasanuddin Global Student Conference 2026. Melalui kegiatan ini, HGSC 2026 menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar gagasan danmemperluas wawasan mengenai isu lingkungan, keadilan iklim, serta berbagai persoalansosial yang berkaitan dengan kebijakan dan kehidupan masyarakat.
FISIP Unhas Gelar Program Student Mobility Dua Pekan Bersama Universiti Sains Malaysia

Makassar, 7 September 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin menerima program Student Mobility dari Universiti Sains Malaysia (USM) yang berlangsung selama dua pekan, 1–14 September 2026. Program ini dirancang dalam dua fase: fase luring (tatap muka) pada 1–8 September 2026 di Makassar, dan fase daring (dalam jaringan) pada 9–14 September 2026 yang dirangkaikan dengan keikutsertaan para peserta dalam Hasanuddin Global Student Conference (HGSC) yang diselenggarakan oleh FISIP Unhas. Rombongan mahasiswa USM tiba di Makassar melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Selasa, 1 September 2026, dan disambut oleh tim pendamping dari FISIP Unhas. Kegiatan resmi dibuka pada malam hari di Hotel Unhas, kemudian dilanjutkan keesokan hari dengan sesi learning experience di Universitas Hasanuddin. Perjumpaan Akademik Lintas Disiplin Selama fase luring, mahasiswa USM mengikuti sejumlah sesi perkuliahan bersama mahasiswa tuan rumah dari berbagai program studi. Kelas yang diikuti mencakup Teori Media, Antropologi Bisnis dan Kewirausahaan, serta Perbandingan Administrasi Publik. Model perkuliahan bersama ini dirancang agar mahasiswa mancanegara dapat berinteraksi langsung dengan mahasiswa Fisip Unhas dalam ruang belajar yang sama. Salah satu penekanan utama program ini adalah sesi berbagi (sharing session) bersama mahasiswa Program Sarjana dan Pascasarjana Magister Ilmu Administrasi serta mahasiswa Program Studi Ilmu Politik FISIP Unhas. Forum ini menjadi ruang dialog akademik untuk mempertemukan perspektif riset dan pengalaman studi antarnegara, sekaligus membuka peluang jejaring kolaborasi ilmiah antara sivitas FISIP Unhas dan USM. Rangkaian ini diperkaya pula dengan sharing session bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa FISIP Unhas, serta kegiatan olahraga bersama sebagai wahana keakraban. Podcast Fieldnotes: Berbagi Hasil Penelitian Lintas Negara Momentum istimewa dalam program ini adalah Program Podcast Fieldnotes Departemen Antropologi yang diproduksi bersama Unhas TV. Dalam sesi tersebut, tampil dua orang dosen, yakni Dr. Fairdah dan Dr. Hazrul, bersama satu mahasiswa doktoral, Mohammad Zaki bin Che Aat, untuk berbagi hasil-hasil penelitian lintas negara. Perbincangan mengangkat temuan riset serta refleksi akademik yang mempertautkan pengalaman keilmuan di Indonesia dan Malaysia. Kehadiran Fieldnotes menegaskan komitmen Departemen Antropologi dan FISIP Unhas dalam mendokumentasikan dan menyebarluaskan gagasan ilmiah serta pengalaman internasionalisasi kampus melalui kanal media publik yang dapat diakses lebih luas. Menyusuri Sejarah dan Kebudayaan Sulawesi Selatan Selain agenda akademik, program ini menghadirkan pengalaman cross-cultural learning melalui kunjungan ke sejumlah situs sejarah dan destinasi budaya. Mahasiswa USM menelusuri Benteng Fort Rotterdam dan Masjid 99 Kubah, menikmati bentang alam karst di Rammang-Rammang serta situs prasejarah Leang-Leang di Kabupaten Maros. Perjalanan budaya mencapai puncaknya di Kabupaten Gowa melalui kunjungan ke Museum dan Istana Balla Lompoa, Masjid Syekh Yusuf, dan area Makam Sultan Hasanuddin—menghadirkan perjumpaan langsung dengan jejak peradaban Kerajaan Gowa. Pengalaman ini dilengkapi wisata kuliner khas Makassar serta ragam aktivitas rekreatif-edukatif sepanjang fase luring. Fase Daring dan Hasanuddin Global Student Conference Memasuki pekan kedua (9–14 September 2026), program berlanjut secara daring. Pada fase ini, para peserta mengikuti Hasanuddin Global Student Conference yang diselenggarakan oleh FISIP Unhas—sebuah forum ilmiah bertaraf global yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan gagasan, hasil kajian, dan pengalaman akademik. Rangkaian daring ini menjadi kelanjutan strategis dari perjumpaan tatap muka, sekaligus memperluas dampak program mobilitas ke ruang kolaborasi ilmiah yang lebih inklusif. Sambutan Dekan FISIP Unhas Dekan FISIP Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. phil. Sukri, M.Si., menyampaikan bahwa program Student Mobility bersama USM merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi. “Program ini tidak sekadar kunjungan, tetapi menjadi ruang perjumpaan gagasan, budaya, dan riset yang memperkaya wawasan mahasiswa kedua institusi. Melalui perpaduan pembelajaran luring dan daring hingga Hasanuddin Global Student Conference, kami ingin menegaskan bahwa FISIP Unhas hadir sebagai simpul kolaborasi akademik global yang berakar pada nilai-nilai lokal Sulawesi Selatan,” ujar Prof. Sukri. Penutupan dan Penguatan Kerja Sama Fase luring ditutup dengan farewell party di atas Kapal Phinisi di kawasan Pantai Losari sebagai simbol keramahan Bugis-Makassar sekaligus penanda mempererat hubungan kedua institusi. Melalui keseluruhan program ini, FISIP Unhas dan USM berharap dapat melanjutkan kolaborasi akademik yang lebih luas—mencakup pertukaran mahasiswa dua arah, riset bersama, hingga publikasi ilmiah di masa mendatang.
Perkuat Sinergi, FISIP Unhas dan DPRD Kabupaten Enrekang Tandatangani Kerja Sama

Makassar – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Enrekang melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Dekan FISIP Unhas pada Selasa, 24 Februari 2026, dengan tujuan memperkuat hubungan kelembagaan dan peningkatan kualitas SDM. Acara dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prof. Dr. Phil. Sukri, M.Si., termasuk jajaran Wakil Dekan dan Gugus Penjaminan Mutu, serta delegasi DPRD Enrekang yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Ikrar Eran Batu. Dalam sambutannya, Prof. Sukri menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah niat baik untuk menciptakan kemanfaatan timbal balik yang berkelanjutan bagi kedua institusi. “Kerja sama ini merupakan landasan formal bagi kita untuk menjalankan berbagai agenda strategis ke depan yang memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak. Kami di FISIP Unhas memiliki visi untuk terus berkontribusi pada pembangunan daerah, salah satunya dengan mendukung penguatan kinerja DPRD dalam proses legislasi melalui kajian-kajian akademik yang relevan,” ujar Prof. Sukri. Selain itu, Prof. Sukri juga menawarkan peluang pengembangan kapasitas bagi anggota maupun staf DPRD Enrekang melalui program studi lanjut. “Kami memiliki 7 departemen dengan total 19 program studi. Kami menawarkan kepada anggota dan staf di DPRD yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 maupun S3 sebagai bagian dari upaya kami membantu peningkatan kualitas SDM,” tambahnya. Beliau juga menegaskan kesiapan FISIP Unhas dalam mendukung kinerja DPRD, khususnya dalam proses legislasi. Ketua DPRD Kabupaten Enrekang, Ikrar Eran Batu, menyambut hangat inisiasi ini dan menyatakan kebanggaannya dapat bekerja sama dengan FISIP Unhas. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk membantu tugas-tugas kedewanan, terutama dalam memberikan pengalaman lapangan bagi mahasiswa melalui program praktik atau magang. “Kami berharap mahasiswa FISIP Unhas dapat melakukan praktik lapangan atau riset di Enrekang agar terjadi pertukaran ilmu dan pengalaman yang mencerdaskan,” ujar Ketua DPRD. Pihaknya juga berkomitmen untuk saling memberikan sumbangsih, termasuk dalam membantu proses legislasi dan kebijakan daerah yang lebih berbasis data akademis. Acara ditutup dengan diskusi mengenai langkah teknis implementasi kerja sama, termasuk rencana partisipasi praktisi mengajar pada semester mendatang. Sinergi ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Enrekang sekaligus penguatan kapasitas akademik di FISIP Unhas.
Resmi Menyandang Gelar Akademik, FISIP Unhas Gelar Yudisium Periode Februari 2026

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (FISIP Unhas) menyelenggarakan kegiatan Yudisium FISIP Unhas Periode Februari 2026 Tahun Akademik 2025/2026 yang bertempat di Aula Prof. Syukur Abdullah, FISIP Unhas. Yudisium tersebut dihadiri oleh Dekan FISIP Unhas, Dr. Phil. Sukri, M.Si., serta Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni FISIP Unhas, Prof. Dr. Suparman, M.Si. Sebanyak 38 peserta yudisium dinyatakan lulus dan berasal dari tujuh departemen yang ada di lingkungan FISIP Unhas, mencerminkan keberagaman disiplin ilmu dan capaian akademik mahasiswa. Pada yudisium periode ini, predikat lulusan terbaik pertama diraih oleh Aulia Nurfaedah Yulis dari Program Studi Ilmu Pemerintahan dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99, yang dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan kesan dan pesan selama menempuh pendidikan di FISIP Unhas sebagai bentuk refleksi atas proses akademik dan pengalaman organisasi yang telah dijalani. Predikat terbaik kedua diraih oleh Andi Nurul Istiqamah dari Program Studi Ilmu Pemerintahan dengan IPK 3,96, sementara peringkat terbaik ketiga diraih oleh Dewi Sartika dari Program Studi Administrasi Publik dengan IPK 3,94. Rangkaian kegiatan yudisium jugab diisi dengan prosesi pelepasan mahasiswa oleh pimpinan fakultas yang ditandai dengan pelepasan jas almamater sebagai simbol berakhirnya masa perkuliahan dan kesiapan lulusan untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Pelaksanaan Yudisium FISIP Unhas Periode Februari 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga menjadi titik awal bagi para lulusan untuk mengaktualisasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai integritas yang telah diperoleh selama masa studi. FISIP Unhas terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, etika profesional, serta kemampuan berkontribusi secara nyata dalam pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara.
Kebanggaan FISIP UNHAS: Putri Dia Nina Sa’pang Dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik dalam Wisuda Periode Mei 2025

Makassar, 3 Juni 2025 – Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar prosesi Wisuda Periode Juni 2025 yang berlangsung meriah di Baruga Andi Pangerang Pettarani. Dalam acara ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menjadi salah satu sorotan utama, dengan sejumlah wisudawan berprestasi, termasuk Putri Dia Nina Sa’pang, S. Hub. Int. yang meraih predikat sebagai lulusan terbaik dari program studi Ilmu Hubungan Internasional angkatan 2021. Pencapaian Putri ini menjadi bukti nyata dari komitmen FISIP UNHAS dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap bersaing di tingkat global. Putri, yang akrab disapa, menunjukkan dedikasi luar biasa selama menempuh pendidikan di FISIP UNHAS. Selain prestasi akademiknya, ia juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan organisasi. Selama empat tahun pendidikan, Putri tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga dalam pengembangan kepemimpinan dan kontribusinya terhadap lingkungan kampus. Keberhasilannya meraih predikat terbaik di wisuda periode Mei 2025 menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa FISIP UNHAS untuk terus mengejar keunggulan, baik dalam bidang akademik maupun dalam kontribusi positif kepada masyarakat. Pencapaian ini menggarisbawahi komitmen FISIP UNHAS dalam mencetak lulusan yang memiliki kualitas akademik yang tinggi, etika yang baik, dan kemampuan untuk berkontribusi positif pada masa depan. FISIP UNHAS terus berupaya untuk menyediakan fasilitas dan program terbaik yang dapat memotivasi mahasiswa untuk mengikuti jejak keunggulan, tidak hanya dalam dunia akademik tetapi juga dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan. Dengan semangat ini, FISIP UNHAS berharap dapat terus melahirkan talenta unggul yang mampu bersaing di dunia global.
Buka Ruang Inovasi Pendidikan di Dunia Digital: FISIP UNHAS Gandeng Komunitas NARASI & Kedutaan Besar Australia dalam KGSI 2025

Makassar – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (FISIP UNHAS) yang kali ini bermitra bersama Komunitas Narasi melaksanakan Kompetisi Gagasan Sosial Inovatif 2025: Memberdayakan Pendidikan di Era Digital yang dilaksanakan di Universitas Hasanuddin (22 Mei 2025). KGSI 2025 adalah sebuah kompetisi yang kali ini diadakan di Makassar dengan fokus pada pencarian ide-ide inovatif dari para pemuda untuk mengatasi masalah sosial, khususnya di bidang pendidikan dalam era digital. Pendaftaran ide-ide dari para pemuda Makassar yang telah dibuka sejak tanggal 2 Mei 2025 ini telah menghasilkan 10 finalis dengan ide-ide inovatif yang berhasil untuk maju ke acara puncak dan akan mempresentasikan ide mereka kepada para juri yang hadir. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kedutaan Besar Australia dan Komunitas Narasi. Acara yang berlangsung di Auditorium Prof. A. Amiruddin FK UNHAS sebagai acara puncak KGSI 2025 ini dibuka secara resmi dan dihadiri para dewan juri yaitu Rod Brazier selaku Duta Besar Australia untuk Indonesia, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc selaku Rektor Universitas Hasanuddin, dan Jovial Da Lopez selaku Chief Creative Office Narasi. Dalam sambutannya, Rod Brazier selaku Duta Besar Australia untuk Indonesia mencurahkan kebahagiaan akan kerjasama dan kesempatan luar biasa untuk hadir kembali di Makassar, kota studi exchange nya semasa berkuliah dulu. Selain itu, beliau sangat berterimakasih atas kolaborasi yang terjalin antar Indonesia & Australia melalui KGSI 2025 oleh Komunitas Narasi & Universitas Hasanuddin ini. “Kerjasama kita memuat berbagai sektor, tetapi untuk sektor pendidikan menjadi sektor yang utama dan penting bagi kita semua. Saya percaya bahwa pendidikan adalah salah satu jalan untuk membuka peluang besar antara pihak-pihak kita dan saya harap hal tersebut terus terjalin dengan baik” ucapnya. Selain itu, Rektor UNHAS, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. juga turut memberikan sambutan pada kegiatan tersebut. “Luar biasa sekali kita bisa membuka wadah ini ya. Wadah kolaborasi, inovasi, dan diskusi lintas negara ini. Saya sangat berterimakasih kepada NARASI dan Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia yang telah memberikan kesempatan pada UNHAS untuk menjadi lokasi KGSI 2025 ini. Semoga kolaborasi dengan UNHAS ini menjadi peluang anak muda dalam mewujudkan ide-ide inovatif mereka dan membawa dampak baik kepada dunia pendidikan” tuturnya. Dengan diadakan kompetisi dan acara puncak KGSI 2025 ini, diharapkan akan hadir ide-ide inovatif khususnya dari para pemuda yang ada di Kota Makassar dan dapat direalisasikan untuk kemajuan digital di bidang pendidikan demi perkembangan pendidikan Indonesia.
Tingkatkan Kerjasama Internasional: FISIP UNHAS Gelar Kegiatan Inbound Mahasiswa dari FSSK Universiti Malaysia Sabah

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin menerima kunjungan dari dosen dan mahasiswa Fakulti Sains Sosial dan Kemanusian (FSSK) Universiti Malaysia Sabah (UMS). Kunjungan ini berlangsung selama sekitar tujuh hari, dari tanggal 25 April hingga 1 Mei 2025 Selama kunjungan, rombongan FSSK UMS terlibat dalam berbagai aktivitas akademik dan non-akademik yang memperkaya wawasan mereka. Beberapa kegiatan utama yang dilaksanakan meliputi Sharing Session tentang lembaga dan aktivitas kemahasiswaan, diskusi mengenai Cultural Change, serta kesempatan untuk mengenal lebih dekat budaya dan kuliner khas Sulawesi Selatan. Dekan FISIP Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Phil Sukri, M.Si, dalam wawancaranya menyampaikan, “Kunjungan ini bukan hanya sebagai ajang untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga untuk mempererat hubungan antar perguruan tinggi. Kami berharap para mahasiswa FSSK UMS bisa mendapatkan pengalaman yang lebih luas, baik dalam aspek akademik maupun sosial budaya. Semoga kerjasama ini terus berkembang, memberikan manfaat bagi kedua institusi, dan mendorong kemajuan di bidang riset serta inovasi.” Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman berharga, khususnya bagi mahasiswa FSSK UMS, baik dalam aspek sosial budaya melalui aktivitas di dalam maupun luar kampus. Selain itu, diharapkan mereka dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman ini saat kembali ke Malaysia. Program ini juga menjadi langkah penting dalam memperkuat kerjasama antara FISIP Universitas Hasanuddin dan Fakultas Sains Sosial dan Kemanusian Universiti Malaysia Sabah. Melalui inisiatif ini, diharapkan kedua belah pihak dapat terus meningkatkan hubungan yang saling mendukung dalam bidang ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi, baik di tingkat fakultas maupun universitas.
Bupati Enrekang Jadi Pembicara Utama di Seminar Karir FISIP UNHAS, Ajak Generasi Baru Menjadi Pemimpin

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (FISIP UNHAS) sukses menggelar seminar bertema Penyiapan Karir Mahasiswa yang diadakan pada Kamis, 24 April 2025, di Aula Prof. Syukur Abdullah Lt. 3 FISIP UNHAS. Seminar yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa FISIP UNHAS ini menghadirkan H. Muhammad Yusuf Ritangnga, Bupati Enrekang terpilih periode 2024-2029, sebagai narasumber utama. Acara ini dibuka oleh Dekan FISIP UNHAS, Prof. Dr. Phil. Sukri, S.I.P., M.Si., yang menyampaikan pentingnya pengembangan karir dan kepemimpinan di kalangan mahasiswa. Seminar juga dihadiri oleh Wakil Dekan III Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni FISIP UNHAS, Prof. Dr. Suparman, M.Si., serta Guru Besar Bidang Antropologi FISIP UNHAS, Prof. Dr. Munsi Lampe, MA., yang turut memberikan dukungan kepada mahasiswa dalam acara tersebut. Moderator seminar, Dian Ekawaty, S.I.P., M.A., memimpin diskusi yang berfokus pada topik Menjadi Pemimpin Daerah yang Mensejahterakan. Dalam sesi ini, H. Muhammad Yusuf Ritangnga membagikan pengalamannya sebagai seorang pemimpin daerah, mengungkapkan kualitas-kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin yang efektif, dan menjelaskan langkah-langkah praktis yang dapat diambil oleh mahasiswa yang bermimpi untuk mengikuti jejaknya. Antusiasme peserta sangat terlihat melalui interaksi aktif selama sesi tanya jawab, dengan mahasiswa yang sangat antusias menggali lebih dalam terkait tantangan kepemimpinan dan persiapan yang diperlukan untuk terjun ke dunia kerja, khususnya dalam dunia kepemimpinan daerah. Sebagai bentuk apresiasi, seminar ini diakhiri dengan pemberian plakat penghargaan kepada H. Muhammad Yusuf Ritangnga atas kontribusinya yang inspiratif. Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang menjadi kenangan bagi semua peserta yang hadir. Seminar ini berhasil mencapai tujuannya, yakni memberikan wawasan yang berharga bagi mahasiswa FISIP UNHAS dalam menyiapkan diri menghadapi dunia karir dan kepemimpinan daerah. Semoga kegiatan ini dapat terus memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi tantangan kepemimpinan di masa depan.