Pulau Tak Boleh Tertinggal: Penguatan Komitmen Tata Kelola Pulau yang Adaptif

Sampul Policy Brief: Pulau tak boleh tertinggal

Meroketnya kasus kekerasan seksual anak dalam beberapa tahun terakhir menjadi alarm untuk segera bertindak. Besar kemugkinan jumlah korban yang sebenarnya lebih besar dari kasus yang dilaporkan. Anak adalah kelompok sangat rentan dan memiliki ketergantungan tinggi pada orang dewasa di sekitarnya. Beberapa studi mengindikasikan bahwa alih-alih melindungi, pelaku tertinggi justru adalah keluarga dan kerabat terdekat. Karban kekerasan seksual anak yang tidak didampingi dengan baik akan berpeluang besar menjadi pelaku yang sama di masa dewasanya. Untuk itu perlu komitmen semua pihak untuk memutus rantai kekerasan anak yang akan mengancam kualitas mental generasi masa depan bangsa. Tingginya kasus kekerasan seksual anak antara lain disebabkan oleh kurangnya pengetahuan orang tua terkait perlindungan anak dan rendahnya partisipasi warga dalam deteksi dan pencegahan sejak dini. Untuk meredam melonjaknya kekerasan anak maka direkomendasikan penguatan partisipasi warga dalam mekanisme perlindungan preventif persuasif berupa layanan kids help line. Selain itu pemerintah segera menggalakkan program parenting khususnya di kalangan masyarakat rentan akan kekerasaan. Terakhir, pemerintah dan dunia usaha sebaiknya menerapkan kebijakan kerja yang ramah pada keluarga.