Regina, Mahasiswa FISIP Unhas berhasil mendapatkan penghargaan Kategori Honorable Mention PILMAPRES

Rangkaian kegiatan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2023 telah sukses di gelar di Universitas Hasanuddin (26/3). Kegiatan penutupan dan penganugerahan Pilmapres berlangsung di Auditorium Prof A. Amiruddin Fakultas Kedokteran Unhas juga melalui kanal YouTube Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan Universitas Hasanuddin. Pada kesempatan ini salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Regina Farah Naflah terpilih menjadi mahasiswa berprestasi (mawapres) tingkat universitas tahun 2023. Regina yang merupakan mahasiswa departemen Hubungan Internasional berhasil mendapatkan penghargaan Kategori Honorable Mention Mengispirasi Kepedulian Program Sarjana. Tidak lupa, Regina mengucapkan terima kasih kepada civitas akademika di FISIP Unhas, dengan ucapan khusus kepada para dosen pembimbing dan semua pihak yang telah memberikan bantuan selama proses Pilmapres. “Pencapaian ini bukan semata-mata penghargaan individu untuk saya sendiri, karena ada banyak sekali pihak yang membantu untuk kelancaran dalam seluruh prosesnya,” tuturnya. Regina menjelaskan bawah Mapres bukan hanya sebuah titel yang diberikan oleh lembaga. Dengan kita bisa memberikan value, dengan kita bisa mencapai nilai akademik, kegiatan non-akademiik, seperti mengikuti organisasi sudah menujukkan bahwa kita adalah mahasiswa yang berprestasi. Tips dari Regina adalah dimulai dari diri kita sendiri, jangan dinanti-nanti untuk mengikuti kegiatan organisasi, mengikuti lomba atau kompetisi. Yang terpenting adalah mencoba dulu, urusan menang atau kalah, memperoleh hasil atau tidak bagaimana nanti, yang paling penting kita sudah mencoba. Pada kesempatan ini, Dekan FISIP Unhas, Prof. Dr. Phill Sukri M,Si menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan yang di peroleh salah satu mahasiswa FISIP pada ajang Pilmapres 2023.  “Semoga penghargaan ini mampu untuk mengharumkan nama baik FISIP dan mencetak generasi-generasi berlian selanjutnya,” ungkapnya. 

CALL FOR PAPERSWORLD CONFERENCE ON GOVERNANCE AND SOCIAL SCIENCES

Faculty of Social and Political Sciences, Hasanuddin University proudly presents “World Conference on Governance and Social Sciences (WCGSS) 2023” which will be held on November 8-9, 2023, in Makassar, with a theme of “Navigating the Nexus of Global Challenges: Climate Crisis, Humanizing Technology, and Social-Political Dynamics” Keynote Speaker Prof. Sulfikar Amir, Ph.DNanyang Technological University, Singapore Invited Speakers Prof. Dr. Kyunghee ChoiSeoul National University (SNU) Asia Center, South Korea Dr. Xinrong MaSun Yat-Sen University, China Associate Professor Matt MacDonaldUniversity of Queensland (UQ), Australia Dr. Phil. Azura Rahman, MA.Universiti Utara Malaysia (UUM), Malaysia The proceeding of this conference will be published by Atlantis Press (Indexed by SCOPUS & Web of Sciences) under the series “Advances in Social Science, Education, and Humanities Research”. Conference Fee:🎤 Presenter: IDR 1,950,000 / USD 130🎤 Co-author presenter (offline): IDR 800.000 / USD 54🎤 Co-author presenter (online): IDR 200.000 / USD 14🎤 Early Bird for Presenter: IDR 1,800,000 / USD 120🎤 Non-Presenter (Observer): IDR 100.000 / USD 7 Important dates:⏳ Registration & paper summary submission deadline: 24 September 2023⏳ Announcement of all qualified paper summary: 30 September 2023⏳ Full paper submission deadline: 15 October 2023⏳ Conference payment deadline: 15 October 2023⏳ Presentation file submission deadline: 5 November 2023⏳ Conference day: 8-9 November 2023 Registration link:https://wcgss.events.unhas.ac.id/registration-submission-guidelines/ Further information:Website: https://wcgss.events.unhas.ac.id/Email: wcgss@unhas.ac.idIG: @wcgssunhasFb: Wcgss Unhas ☎/WA Contact Person:Mr. Batara (+62 813-1956-8377)Ms. Karisma (+62 821-8915-6867) Come and Join us in WCGSS 2023!

DB’3 Voice FISIP Unhas Raih Emas pada Event International di Korea

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara D’B3 Voice Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin berhasil mengharumkan nama Indonesia, khususnya Universitas Hasanuddin dalam paduan suara tingkat internasional dengan menjuarai kategori Scenic Folklore pada The Open Competition pada ajang 12th World Chooir Games 2023, Gangnenung, South of Korea setelah berhasil membawa pulang 2 mendali emas. D’B3 Voice Unhas, tim paduan suara yg terdiri dari 21 orang, menjadi satu dari 11 tim yg mewakili Indonesa dalam ajang World Choir Games 2023. Pada kompetensi tersebut, D’B3 Voice FISIP berhasil meraih 2 Golden diploma dan manjadi winner of category untuk  kategori Scienic Folklore. World Choir Games ini merupakan kompetisi tahunan yg digelar oleh Interkultur dan pada tahun ini diadakan di Gangneung, Korea Selatan. Acara pembukaan yg berlangsung pada senin lalu, dibuka langsung oleh Ibu negara Korea Selatan, Kim Keon Hee. Dihadiri oleh puluhan ribu orang yg tergabung dalam 324 tim paduan suara yg mengikuti 28 kategori lomba. Pada kesempatan ini, Revi Reul menjelaskan perjalanan untuk meraih penghargaan itu tidak mudah dan cukup panjang, sejumlah hal penting dudah dipersiapkan matang. “Alhamdulllah kami telah melewati persiapan menuju 12th World Choir Games selama kurang lebih 6 bulan. Mulai dari latihan vocal, latihan koreo yang kami barengi dengan pancarian dana untuk menuju ke kompetisi ini, kami mendapat dukungan dari berbagai pihak” kata Revi. Sementara itu, Dekan FISIP Unhas Prof. Dr. phil. Sukri M.Si mengapresiasi atas pencapaian prestasi yang diraih. Sukri mengatakan pihaknya selalu mendukung upaya yang dilakukan mahasiswa untuk tampil di berbagai ajang perlombaan nasional maupun internasional. “Ke depannya, Semoga D’B3 Voice dapat terus mencetak prestasi dan pastinya menjadi kebanggaan bagi FISIP dan Unhas” kata dia.

FISIP Unhas Menggelar Ramah Tamah Ekstrakurikuler I

FISIP Unhas Menggelar Ramah Tamah Ekstrakurikuler I Previous slide Next slide Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas yang bekerjasama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat fakultas menggelar Ramah Tamah Ekstrakurikuler I sebagai rangkaian penutupan mata kuliah Ekstrakurikuler I FISIP Unhas. Kegiatan ini berlangsung selama satu hari pada Senin, 19 Desember 2022 di Auditorium Prof. Dr. A. Amiruddin Fakultas Kedokteran Unhas. Kegiatan ini mengusung tema “Merajut Solidaritas Menuju FISIP yang Berkualitas” dengan harapan dengan adanya kegiatan ini dapat melahirkan insan yang berkualitas sesuai minat bakat mahasiswa. Kegiatan ini dihadiri sekitar 400 orang yang terdiri dari mahasiswa peserta Ekstrakurikuler I, Ketua dan pengurus UKM se-FISIP Unhas, Ketua HMD, Ketua BEM, Ketua Dema, Tim Pokja Lembaga Kemahasiswaan Fakultas, dan dibuka langsung oleh Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan, ibu Dr. Hasniati. S.Sos,. M.Si. Dr. Hasniati. S.Sos,. M.Si. selaku Wakil dekan bidang akademik dan kemahasiswaan mengatakan “…Dengan adanya kegiatan ini semoga bisa menjadi awal bagi mahasiswa untuk meningkatkan prestasi dan bisa membawa FISIP Unhas Berjaya di event-event bergengsi di luar kampus seperti PIMNAS dan sebagainya…..” Kegiatan ini meliputi rangkaian pembukaan kegiatan yang dilanjutkan dengan penampilan dan atraksi oleh masing-masing peserta ekstrakurikuler I yang diselingi oleh pemberian penghargaan kepada peserta terbaik tiap Ekskul. Adapun ekstrakurikuler fisip unhas terdiri dari 10 UKM yaitu, Voli, Basket, Sepak Bola, Karate Gojukai, Shorinji Kempo, Pencak Silat, Kepenulisan dan Penalaran Ilmiah, Rohis, Seni Tari dan Paduan Suara.

Peringati HDI, Depkom Unhas Bagikan Peran Inovasi dan Akses Teknologi bagi Penyandang Disabilitas Melalui Webinar Internasion

Peringati HDI, Depkom Unhas Bagikan Peran Inovasi dan Akses Teknologi bagi Penyandang Disabilitas Melalui Webinar Internasional Previous slide Next slide Memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI), Departemen Ilmu Komunikasi (Depkom) Unhas adakan Webinar Internasional terkait inklusi digital bagi penyandang disabilitas (06/12). Webinar yang bertema Innovation and Digital Inclusion: Ensuring access and inclusion for people with disabilities, bekerjasama dengan La Trobe University, Melbourne dan Australia-Indonesia Disability Research and Advocacy Network (AIDRAN). Kegiatan ini bertujuan mendorong inisiatif guna peningkatan partisipasi penyandang disabilitas di era kemajuan teknologi. Nabila May Sweetha Mahasiswi Ilmu Politik, FISIP Unhas yang juga Penyandang disabilitas muda berprestasi se Indonesia, dalam materinya memaparkan bahwa inovasi teknologi sangat membantu dirinya yang merupakan difabel penglihatan sejak usia 14 tahun. Sebagai mahasiswa yang terpilih menjadi pemuda berprestasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, Nabila sendiri telah mendapatkan lebih dari 10 prestasi di tingkat nasional dan internasional pada perlombaan bidang public speaking dan menulis. “Kedua bidang itu memerlukan banyak informasi dan wawasan yang luas untuk menghasil tulisan dan topik pembicaraan yang baik. Salah satu inovasi teknologi digital yang sangat saya syukuri adalah pembacara layar. Selama ini saya mengakses buku digital dengan bantuan fitur tersebut,” pungkasnya. Nabila mengatakan bahwa teknologi tidak memberikan dampak negatif pada penyandang disabilitas tetapi memberikan janji aksesibiltas yang sangat besar. Menurutnya Inklusi adalah ruang dimana semua orang diizinkan untuk berpartisipasi. “Saran saya jangan takut berinteraksi dengan difabel. Saya sendiri senang sekali kalau di kampus ada yang menegur. Selalu membangun komunikasi karena selama ini diskriminasi terjadi karena banyak sekali orang yang berasumsi dan menolak untuk berkomunikasi,” tutur Nabila. Prof Erik Van Vulpen, Deputy Director Centre for Technology Infusion at La Trobe, Melbourne dalam materinya sendiri menyampaikan bahwa masalah inklusi bukan masalah teknologi tetapi common sense dan kebijakan publik. Dirinya mengatakan bahwa banyak fasilitas umum dibuat tanpa memikirkan kebutuhan penyandang disabilitas. Contohnya jutaan dolar Australia dikeluarkan untuk membeli kereta baru yang ternyata toiletnya tidak dapat diakses oleh pengguna kursi roda. “Selama bertahun-tahun banyak janji yang dibuat tentang potensi teknologi sebagai solusi, namun hanya membawa kekecewaan. Seperti Google glass yang katanya akan membantu difabel melihat. Teknologi ini dijanjikan dari 20 tahun namun sampai sekarang belum terwujud. Saya berpikir barulah sekarang dengan keadaan perkembangan teknologi yang ada bisa memenuhi janii tersebut,” jelas Erik. Erik mengatakan bahwa bidang ini sangat menarik. Dirinya mendorong anak muda untuk berinovasi pada topik inklusi agar orang-orang terbaik terbaik dari seluruh dunia masuk pada bidang ini. Turut hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut Dr Dina Afrianty selaku Presiden Australia-Indonesia Disability Research and Advocacy Network (AIDRAN), La Trobe University, Nurlaela Jufri, S.ST, M.Soc Pol Digital Acces Programme Consultant (DAP) di Kedutaan Inggris Indonesia dan Drs. Syamsuddin Azis, M.Phil., Ph.D. Dosen Ilmu Komunikasi Unhas. Dalam Webinar yang dihadiri para mahasiswa dari berbagai Universitas, Dr. Phil. Sukri, M.Si selaku Dekan FISIP Unhas mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan masukan yang berguna bagi Universitas. “Melalui Webinar ini kami (dari Universitas) mendapatkan banyak catatan untuk menjadi lebih bisa mengakomodasi semangat inklusivitas dalam pengelolaan fakultas dan universitas. Catatan ini perlu kami perhatikan dan cermati agar semua orang punya akses yang sama pada layanan yang kami berikan di fakultas dan universitas,” ungkapnya.