Cetak Peace Leaders, FISIP Unhas dan The Habibie Center Soroti Ruang Inklusif di Kampus

FISIP Unhas Dorong Peran Kampus dan Mahasiswa dalam Merawat Perdamaian Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Kuliah Tamu bertema “Peluang dan Tantangan Perguruan Tinggi dalam Membangun Perdamaian” di Aula Prof. Syukur Abdullah, Kamis (17/9). Agenda ini diselenggarakan sebagai langkah nyata kampus dalam merespons dinamika sosial serta memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan. Acara ini menghadirkan Direktur Program dan Pengembangan The Habibie Center, Julia Novrita, Ph.D., yang membawakan materi “Preparing Future Peace Leaders”. Dalam pemaparannya, ia mengingatkan bahwa perguruan tinggi berada di posisi yang sangat krusial. Perguruan tinggi bisa menjadi sarana yang justru memperkeruh konflik, atau sebaliknya, menjadi benteng utama dalam mendorong terciptanya perdamaian. Oleh karena itu, keterlibatan aktif mahasiswa dalam membangun budaya damai di lingkungan akademik menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Menurut Julia, budaya tersebut dapat tumbuh jika kampus menyediakan ruang dialog yang terstruktur, kritis, dan inklusif bagi seluruh sivitas akademika. Melalui ruang bersama tanpa sekat perbedaan tersebut, mahasiswa dibiasakan untuk saling mendengarkan dan bekerja sama. Pada akhirnya, ekosistem kampus yang inklusif ini diharapkan mampu melahirkan calon-calon pemimpin masa depan yang berjiwa damai, kolaboratif, serta mampu meredam potensi konflik sosial—baik di lingkungan internal kampus maupun di tengah masyarakat luas.