










Makassar, 7 September 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin menerima program Student Mobility dari Universiti Sains Malaysia (USM) yang berlangsung selama dua pekan, 1–14 September 2026. Program ini dirancang dalam dua fase: fase luring (tatap muka) pada 1–8 September 2026 di Makassar, dan fase daring (dalam jaringan) pada 9–14 September 2026 yang dirangkaikan dengan keikutsertaan para peserta dalam Hasanuddin Global Student Conference (HGSC) yang diselenggarakan oleh FISIP Unhas.
Rombongan mahasiswa USM tiba di Makassar melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Selasa, 1 September 2026, dan disambut oleh tim pendamping dari FISIP Unhas. Kegiatan resmi dibuka pada malam hari di Hotel Unhas, kemudian dilanjutkan keesokan hari dengan sesi learning experience di Universitas Hasanuddin.
Perjumpaan Akademik Lintas Disiplin
Selama fase luring, mahasiswa USM mengikuti sejumlah sesi perkuliahan bersama mahasiswa tuan rumah dari berbagai program studi. Kelas yang diikuti mencakup Teori Media, Antropologi Bisnis dan Kewirausahaan, serta Perbandingan Administrasi Publik. Model perkuliahan bersama ini dirancang agar mahasiswa mancanegara dapat berinteraksi langsung dengan mahasiswa Fisip Unhas dalam ruang belajar yang sama.
Salah satu penekanan utama program ini adalah sesi berbagi (sharing session) bersama mahasiswa Program Sarjana dan Pascasarjana Magister Ilmu Administrasi serta mahasiswa Program Studi Ilmu Politik FISIP Unhas. Forum ini menjadi ruang dialog akademik untuk mempertemukan perspektif riset dan pengalaman studi antarnegara, sekaligus membuka peluang jejaring kolaborasi ilmiah antara sivitas FISIP Unhas dan USM. Rangkaian ini diperkaya pula dengan sharing session bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa FISIP Unhas, serta kegiatan olahraga bersama sebagai wahana keakraban.
Podcast Fieldnotes: Berbagi Hasil Penelitian Lintas Negara
Momentum istimewa dalam program ini adalah Program Podcast Fieldnotes Departemen Antropologi yang diproduksi bersama Unhas TV. Dalam sesi tersebut, tampil dua orang dosen, yakni Dr. Fairdah dan Dr. Hazrul, bersama satu mahasiswa doktoral, Mohammad Zaki bin Che Aat, untuk berbagi hasil-hasil penelitian lintas negara. Perbincangan mengangkat temuan riset serta refleksi akademik yang mempertautkan pengalaman keilmuan di Indonesia dan Malaysia.
Kehadiran Fieldnotes menegaskan komitmen Departemen Antropologi dan FISIP Unhas dalam mendokumentasikan dan menyebarluaskan gagasan ilmiah serta pengalaman internasionalisasi kampus melalui kanal media publik yang dapat diakses lebih luas.
Menyusuri Sejarah dan Kebudayaan Sulawesi Selatan
Selain agenda akademik, program ini menghadirkan pengalaman cross-cultural learning melalui kunjungan ke sejumlah situs sejarah dan destinasi budaya. Mahasiswa USM menelusuri Benteng Fort Rotterdam dan Masjid 99 Kubah, menikmati bentang alam karst di Rammang-Rammang serta situs prasejarah Leang-Leang di Kabupaten Maros. Perjalanan budaya mencapai puncaknya di Kabupaten Gowa melalui kunjungan ke Museum dan Istana Balla Lompoa, Masjid Syekh Yusuf, dan area Makam Sultan Hasanuddin—menghadirkan perjumpaan langsung dengan jejak peradaban Kerajaan Gowa. Pengalaman ini dilengkapi wisata kuliner khas Makassar serta ragam aktivitas rekreatif-edukatif sepanjang fase luring.
Fase Daring dan Hasanuddin Global Student Conference
Memasuki pekan kedua (9–14 September 2026), program berlanjut secara daring. Pada fase ini, para peserta mengikuti Hasanuddin Global Student Conference yang diselenggarakan oleh FISIP Unhas—sebuah forum ilmiah bertaraf global yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan gagasan, hasil kajian, dan pengalaman akademik. Rangkaian daring ini menjadi kelanjutan strategis dari perjumpaan tatap muka, sekaligus memperluas dampak program mobilitas ke ruang kolaborasi ilmiah yang lebih inklusif.
Sambutan Dekan FISIP Unhas
Dekan FISIP Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. phil. Sukri, M.Si., menyampaikan bahwa program Student Mobility bersama USM merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi.
“Program ini tidak sekadar kunjungan, tetapi menjadi ruang perjumpaan gagasan, budaya, dan riset yang memperkaya wawasan mahasiswa kedua institusi. Melalui perpaduan pembelajaran luring dan daring hingga Hasanuddin Global Student Conference, kami ingin menegaskan bahwa FISIP Unhas hadir sebagai simpul kolaborasi akademik global yang berakar pada nilai-nilai lokal Sulawesi Selatan,” ujar Prof. Sukri.
Penutupan dan Penguatan Kerja Sama
Fase luring ditutup dengan farewell party di atas Kapal Phinisi di kawasan Pantai Losari sebagai simbol keramahan Bugis-Makassar sekaligus penanda mempererat hubungan kedua institusi. Melalui keseluruhan program ini, FISIP Unhas dan USM berharap dapat melanjutkan kolaborasi akademik yang lebih luas—mencakup pertukaran mahasiswa dua arah, riset bersama, hingga publikasi ilmiah di masa mendatang.